Binatang kecil itu bernama “KECOA”

SEMUA orang tahu kecoa. Setiap kali melihatnya orang cenderung bereaksi dengan perasaan jijik. Bahkan tak segan membunuhnya. Kecoa memang banyak terdapat di sekitar kita. Pada umumnya kecoa tinggal di rumah-rumah atau tempat-tempat tersembunyi, memakan hampir segala macam makanan. Baunya yang tidak sedap ditambah kotoran dan kuman yang ditinggalkan di setiap tempat yang ia hinggapi, membuat manusia menyebutnya sebagai binatang yang menjijikkan. Tak heran, keberadaan kecoa dianggap sebagai indikator sanitasi yang buruk.

Kecoa kebanyakan hidup di daerah tropis yang kemudian menyebar ke daerah sub tropis, bahkan sampai ke daerah dingin. Serangga yang hidupnya mengalami metamorfosis tidak sempurna ini memang sangat menyukai tempat-tempat yang kotor dan bau. Bergelut dengan kotoran dan bau tidak menjadikan kecoa rentan terhadap penyakit. Sebaliknya, serangga ini justru termasuk serangga yang mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem. Kemampuan beradaptasinya tidak perlu diragukan lagi.

300 juta tahun silam

Banyak ahli berpendapat, kecoa sudah ada di permukaan bumi ini sejak 300 juta tahun silam. Di perkirakan jumlah kecoa yang ada di permukaan bumi saat ini mencapai 5.000 spesies, termasuk di antaranya spesies kecoa raksasa yang ditemukan di hutan belantara Kalimantan Timur tahun 2004 lalu. Jenis kecoa raksasa ini dikategorikan terbesar di dunia. Ukuran tubuhnya mencapai 8-0 cm. Namun, kecoa raksasa ini sangat lamban dalam bergerak sehingga sangat mudah ditangkap. Jenis kecoa yang sering dijumpai di daerah permukiman adalah Periplaneta americana (kecoa amerika), Blatta orientalis , Blatella germanica, dan Suppella longipalpa.

Daur hidup
Seperti serangga lainnya, kecoa juga mengalami daur hidup. Daur hidup kecoa hanya mengalami tiga stadium yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Untuk menyelesaikan satu siklus hidupnya kecoa butuh waktu kurang lebih tujuh bulan. Waktu yang sangat lama bila dibandingkan dengan daur hidup serangga pengganggu seperti nyamuk dan lalat. Untuk stadium telur saja kecoa butuh waktu 30-40 hari sampai telur itu menetas. Telur kecoa tidak diletakkan sendiri-sendiri, namun secara berkelompok. Kelompok telur ini dilindungi oleh selaput keras yang disebut kapsul telur atau ootheca. Satu kapsul telur biasanya berisi 30-40 telur. Oleh induk kecoa, kapsul telur ini biasanya diletakkan di tempat-tempat tersembunyi atau pada sudut-sudut dan permukaan sekatan kayu dan dibiarkan sampai menetas. Namun, ada beberapa jenis kecoa yang kapsul telurnya menempel pada ujung abdomen induknya sampai menetas.

Jumlah telur yang dihasilkan oleh satu jenis spesies akan berbeda dengan spesies yang lain. Seekor Periplaneta americana contohnya, kecoa ini mampu menghasilkan 86 kapsul telur dengan selang waktu peletakan telur yang satu dengan lainnya rata-rata empat hari. Berbeda dengan Periplaneta brunnea yang mampu menghasilkan 30 kapsul telur dengan selang waktu peletakan 3-5 hari.

Sebuah kapsul telur yang telah dibuahi oleh kecoa jantan akan menghasilkan nimfa. Nimfa hidup bebas dan bergerak aktif. Nimfa yang baru keluar dari kapsul telur biasanya berwarna putih. Seiring bertambahnya umur, warna ini akan berubah menjadi cokelat. Seekor nimfa akan mengalami pergantian kulit beberapa kali sampai dia menjadi dewasa. Lamanya stadium nimfa ini berkisar 5-6 bulan.

Pada Periplaneta americana, stadium nimfa bisa dikenali dengan jelas yaitu dengan tidak adanya sayap pada tubuhnya. Sayap itu akan muncul manakala kecoa ini sudah mencapai stadium dewasa. Dengan adanya sayap pada stadium dewasa ini menjadikan kecoa lebih bebas bergerak dan berpindah tempat.

Vektor penyakit

Meskipun belum ada penelitian yang pasti tentang kecoa sebagai vektor penyakit tertentu, namun jika dilihat dari kebiasaan dan habitat hidupnya, kecoa sangat mungkin menularkan penyakit pada manusia. Kuman penyakit yang menempel pada tubuhnya yang dibawa dari tempat-tempat kotor akan menempel di setiap tempat yang dia hinggapi. Karena alasan inilah kecoa perlu dikendalikan populasinya.
Pengendalian kecoa dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan mengggunakan insektisida seperti yang beredar di pasaran. Pengendalian secara fisik juga dapat dilakukan dengan cara menyiramkan air panas pada kapsul-kapsul telur kecoa sehingga kapsul-kapsul itu tidak sampai menetas.

Pencegahan keberadaan kecoa di rumah juga perlu dilakukan antara lain dengan sanitasi rumah yang baik. Cara ini jauh lebih baik untuk mengatasi kemungkinan penyebaran penyakit yang di perantarai oleh kecoa.

*** Sumber :

Heni Prasetyowati, S.Si., Alumni Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Joni Hendri, Am.A.K. Alumni Analis Kesehatan, Poltekkes Bandung dan Teknisi Litkayasa di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbang Kesehatan RI

About these ads

17 pemikiran pada “Binatang kecil itu bernama “KECOA”

  1. bagus juga infonya,pa lg qu lg dapat tugas dari dosen tentang kecoak.maklum namanya juga anak kesling mata kuliahnya selalu berhubunga dengan vektor penyakit.

  2. wah mungkin ini kebalikn dari semua komentar.
    saya pingin buat perternakan kecoa.
    saya cari ni info untuk belajar tentang siklus hidup dan tentang kecoa itu sendiri..heran?

  3. Infonya mendukung sekali buat kami para pengendali hama, ada beberapa yang mungkin harus di adakan misal : bagaimana pengendalian di kapal laut, di lepas pantai, bahkan di pesawat terbang.

    Info tersebut bisa di akses di website kami : http://www.remapest.com. Dan produk KILROACH, dengan treatment sesuai dengan keadaan dan lingkungan sekitar.

    Terimakasih

    Team SURVEY REMAPEST

  4. waah info yg sangat bagus , tingkatkan lagi yaa :)

    usulan :
    -Bagaimana bila ditambahkan dengan gambar? Karena saya pun harus bertanya ke mbah gugel mengenai jenis kecoa yg telah disebutkan
    -Daur hidup? Coba dibuat skema nya , pasti lebih menarik :D

  5. Sekarang justru sedang diteliti oleh para ahli, zat apa yang dimiliki oleh kecoa sehingga mereka dapat hidup di habitat yang buruk bahkan yang terkontaminasi dan terpapar radiasi. Itulah kemahapemurahan Tuhan bagi kemaslahatan kehidupan umat manusia. Masya Allah.

  6. saya mau budidaya kecoa dalam jumlah banyak atau skala besar, bisa minta infonya mbak kirim ke dowiono@yahoo.com, kalo mau bibikan kecoa bagaimanaya, saya untuk pakan ikan, atau ada yang bisa dan mau kerjasama dengan dalam pengembangan kecoa ini, tolong infonya tks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s