Rendah Hati

​Bagus  kata Bapa Paus

Untuk direnungkan saja.
http://en.radiovaticana.va/news/2016/02/01/pope_humility,_holiness_come_with_humiliation/1205165 
Paus Fransiskus: _*”Tidak ada kerendahan hati tanpa penghinaan. Dan jika engkau tidak dapat menahan beberapa penghinaan dalam hidupmu, engkau belum rendah hati”* 

 

Lalu apa kita juga perlu rendah hati jika agama kita (Katholik) dicela? Seharusnya iya. Tetap rendah hati dan tidak perlu marah. Karena yang dicela adalah ornamen yang melekat pada diri kita: _agama._
Orang sering membela diri: saya boleh dihina tapi agama saya tidak boleh dihina…..

Perlu direnungkan… Siapa yang dihina, siapa yang terluka? Akankah Tuhan Raja Semesta Alam terusik dengan hinaan? 

Menurut saya sih tidak. Dia terlalu besar untuk terusik hal-hal seperti itu. Lagipula Dia Maha Pengasih, selalu siap mengampuni anak yang dikasihiNya.
*Yang terluka adalah saya. Kita. Ego saya. Ego kita. Bukan Tuhan*

Jangan bawa Tuhan untuk menjelaskan kemarahanmu. Yang marah adalah saya/ kita, bukan Tuhan. 
Dan seperti kata Paus Fransiskus: 

*”Engkau blm rendah hati kalau belum bisa menahan sedikit hinaan”*
Yesus tidak perlu dibela, DIA Tuhan.

 Maria tidak perlu dibela, dia ibu Tuhan. 🙏🏽🙏🏽🙏🏽

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s