Panduan menuntun tuna netra

Bagaimana Cara Menuntun Tunanetra agar Perjalanan Terasa Nyaman
Jika cara anda menuntun seorang tunanetra tidak tepat, maka orang

tunanetra itu tidak akan merasa nyaman dan anda sendiri akan merasa

membawa beban yang berat.  Tetapi dengan cara yang tepat, anda berdua

akan membentuk “tim tandem” yang saling menyenangkan.  Bagaimanakah

cara menuntun yang baik itu?
1.    Kontak Pertama:

Setelah (atau sambil) mengkomunikasikan tawaran anda untuk menuntun,

sentuhkanlah punggung tangan anda ke punggung tangannya.  Ini

dimaksudkan agar orang tunanetra dapat mengetahui dengan pasti bagian

lengan anda yang harus dipegangnya sebagai tumpuan tuntunan.
2.    Cara Memegang:

Bukan anda yang memegang orang tunanetra yang anda tuntun itu,

melainkan dia yang memegang lengan anda pada bagian di atas sikut,

dengan empat jarinya berada di bagian dalam dan ibu jarinya di bagian

luar lengan anda.  Pegangan harus cukup kokoh tetapi seringan mungkin

sehingga tidak terasa mengikat.  Di sebelah kiri atau sebelah kanan?

Tergantung kesukaan dan kebiasaan.
3.    Posisi Pegangan:

Pada saat berjalan, lengan anda harus tetap lemas.  Lengannya juga

lemas,    sikutnya bengkok membentuk sudut 90 derajat, berjalan di

samping anda setengah langkah di belakang.        Dengan demikian, dia akan

merasakan gerakan jalan anda: cepat/lambat, naik/turun, belok/lurus,

dsb.
4.    Jalan Sempit:

Bila berjalan melalui jalan sempit seperti jalan di antara baris-baris

kursi, pintu, pematang, dsb., yang tidak cukup dilalui dua orang yang

berjalan berdampingan, tariklah lengan anda ke arah belakang punggung

anda.  Dia akan merespon dengan meluruskan lengannya sehingga akan

berjalan satu langkah di belakang anda.  Adalah penting bahwa

lengannya tetap lurus selama berjalan seperti ini agar dia tidak

menyandung kaki anda.  Bila jalan sempit itu telah terlampau,

kembalikanlah lengan anda ke posisi normal (di samping), maka dia pun

akan merespon dengan kembali ke posisi semula.
5.    Melewati Tangga:
Berhentilah sejenak pada saat anda tiba di awal tangga.  Katakan

kepadanya apakah tangga itu naik atau turun.  Anda harus selalu berada

satu anak tangga di depan.  Berhenti sejenak lagi pada saat anda sudah

tiba di akhir tangga untuk mengkomunikasikan kepadanya bahwa dia akan

melewati anak tangga terakhir.
6.    Melangkahi Lubang:

Anda harus selalu mengatakan kepadanya bila akan melangkahi lubang.

Berhenti sejenak sebelum melangkah, dan anda harus melangkah lebih

dulu agar dia dapat memperkirakan seberapa jauh dia harus melangkah.
7.    Duduk di Kursi:

Untuk mempersilakannya duduk, rabakanlah tangannya ke sandaran atau

tangan kursi, maka selanjutnya dia dapat mencari sendiri tempat

duduknya.  Jangan berusaha memposisikan pantatnya ke tempat duduk itu.
8.    Naik Ke Dalam Mobil:

Bila pintu mobil tertutup, rabakanlah tangannya ke handel pintu.  Bila

pintu mobil sudah terbuka, rabakanlah tangannya ke tepi atap mobil itu

atau ke tepi dindingnya bila mobil itu terlalu tinggi.  Selanjutnya

percayakanlah kepadanya untuk mendapatkan tempat duduknya sendiri.
Catatan:

a.    Panduan ini dimaksudkan untuk diterapkan terutama kepada orang

tunanetra yang sudah mendapat pelatihan keterampilan orientasi dan

mobilitas, khususnya latihan teknik pendamping awas. Kepada tunanetra

yang belum berpengalaman, mungkin anda perlu memberi lebih banyak

penjelasan tentang arah perjalanan, maksud pergerakan anda serta

tindakan apa yang anda harapkan darinya.  Namun tak lama kemudian anda

akan mendapati bahwa gerakan tubuh anda saja sudah cukup untuk menjadi

media komunikasi yang efektif dan efisien.

b.    Panduan ini perlu beberapa penyesuaian bila diterapkan kepada anak

tunanetra yang masih kecil, terutama dalam cara dia memegang anda.

Mungkin akan lebih nyaman baginya bila dia memegang jari-jari anda

sebagai ganti lengan atas anda.
(Didi Tarsidi, Departemen Pendidikan Khusus, Universitas Pendidikan Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s