Dibelai dan dicubit olehNya

​_*CUBITAN TUHAN*_
Aku duduk di bangku tukang cingcau di pagi itu. Setelah ia menjawab pertanyaanku seputaran cingcau yg dijajakannya, tak sadar ia berujar. 
“_*Tuhan itu maha baik. Ia membelai pipi saya yg satu tetapi  juga mencubit pipi saya yg satunya*_”.
“Kenapa?”, tanyaku. 
“Ia memberi banyak jalan keluar bagiku. Tetapi  Ia juga rasanya tak pernah menutup pintu cobaan bagi hidupku.”
Setiap cobaan yg datang, setiap ujian yg menghampiri kita adalah cubitan bagi kita. 
Seperti murid yg tertidur saat di kelas, didekati dan dicubit agar terbangun. Demikian hidup kita yg tak jarang mendatar membuat kita mudah terlena. Kita tersadar lagi di saat Dia mencubit kita melalui aneka cobaan dalam hidup.
Seperti merpati yg tak punya empedu dalam hatinya. Ia tak menyimpan kepahitan dalam hidup. 
Bila setiap cobaan datang berupa kepahitan tak perlu kita berupaya menghindarinya. _*Jalani dan hadapi karena pastilah Tuhan sediakan penangkalnya melalui cara dan kuasaNya yg takan mampu kita selami*_.
Biarkan dia mencium salah satu pipi kita, biarkan juga Ia mencubit pipi kita yg satunya. Dia tahu kapan kita siap dan sanggup untuk menghadapi semuanya. 

Tuhan memberkati selalu.
Selamat pagi,selamat beraktivitas,semoga sukses menjalani hari ini.GBUA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s