Anak anak mandiri

💥 KAJIAN PARENTING 💥

By  : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Di Indonesia …
Kita tidak tahu anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti ,  izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu ,  ya jadi  koki,  ya jadi  tukang cuci . Ya jadi ayah , ya jadi tukang ledeng , ya jadi pengemudi .

Anda bukan anggota tim SAR …
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya .   Berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tidak ada . Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya .

– Anak mengeluh sedikit karena itu puzzle tidak bisa nyambung menjadi satu , “Sini … Ayah bantu . ”

– Botol minum ditutup
rapatnya sedikit susah ,  ” Sini … Mama saja ” .

– Sepatu bertali lama di ikat , sekolah sudah hampir telat .. ” Biar ayah aja deh yang kerjain ” . 

– Kecipratan minyak sedikit
“Sudah sini, kentangnya Mama saja yang gorengin “.

Kapan anaknya bisa … ?
Jangankan di luar negeri ….
Di Indonesia saja pembantu sudah semakin langka .

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana …
Apa yang terjadi ketika bencana benar 2 tiba … ?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri .

Kemampuan menangani stress …
Menyelesaikan masalah ,  dan mencari solusi itu keterampilan/skill  yang wajib di miliki .

Yang namanya keterampilan/skill, untuk bisa terampil …
Ya harus di latih .
Kalau tanpa latihan … 
Lalu di harapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri … ??

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan .

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi ,
tapi juga lulus melewati ujian badai 2 pernikahan dan kehidupannya kelak .

Tampaknya sepele sekarang …
Secara apalah  salahnya sih kita bantu anak … ?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya  … 
Dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu .

Susah sedikit … bantuan diminta .
Berantem sedikit ya sudah  lah .. cerai saja …
Sakit sedikit ngeluhnya luar biasa ,
Masalah sedikit ….
Bisa jadi gila .

Kalau anda menghabiskan banyak waktu … 
Perhatian dan uang untuk IQ nya ..
Habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.

AQ  … ?
Apa itu … ?
ADVERSITY QUOTIENT

ADVERSITY QUOTIENT menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yang  berjudul sama …

Adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami … 

Bukannya kecerdasan ini yang  jadi lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari ?

Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya . 
Merasa bisa menyelesaikan masalah ,  mulai dari yang sederhana sampai yang sulit,
Membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar 2 tidak lagi bisa .

Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang ,  tidak menyerah dalam waktu yang lama .

So izinkan anak anda melewati kesusahan ..

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka , sedikit nangis , sedikit kecewa , sedikit telat dan sedikit kehujanan .

Akui kesulitan yang sedang dia hadapi …

Tahan lidah ,  tangan dan hati dari memberikan bantuan , 
Ajari menangani frustrasi .

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel ,  Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari .. ?

Bisa-bisa anak anda ikut mati .

Sulit memang untuk tidak mengintervensi ,
Ketika melihat anak sendiri susah ,  sakit dan sedih .

Apalagi dengan menjadi orangtua ,  insting pertama adalah melindungi ,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua

Tapi sadarilah hidup penuh dengan ketidakenakan dan masalah akan selalu ada .

Dan mereka harus bisa bertahan .
Melewati hujan , badai , dan kesulitan ,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan .

” Permata hanyalah orang … yang bisa melewati tekanan dengan sangat baik ”

Selamat merenung..

Copy paste dr tetangga,semoga bermanfaat.GBUA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s