johannesharry.wordpress.com

Memberi-Mengasihi-Mencintai Apa Adanya

Apa yang ada di “Stasiun Rawabuntu”..?

logo-stasiun.jpgrawabuntu-1.jpgperon-stasiun-rawabuntu-2.jpgkereta-ekonomi-rbitung-jakarta-2.jpgkereta-ekonomi-r-bitung-jakarta-1.jpgkrl-ekonomi-1500.jpgkrl-ac-ekonomi-5000.jpgloket-karcis-1.jpg

Jadwal KRL Sepong – T. Abang (mulai berlaku 01 Agustus 2007
AC Sudirman
No. KA Dari Serpong No. KA Dari T. Abang
335A 06.20 345A 07.15
373 06.30 382A 08.45
381 07.10 378A 15.30
359 08.30 362 16.30
377A 09.30 376 17.40
383A 16.15 384 17.47
383 17.10 366 18.20
377 18.35 386 18.35
AC Ciujung
No. KA Dari Serpong No. KA Dari T. Abang
421 05.45 422 06.30
425 07.20 426 08.05
429 09.00 438 15.10
441 16.00 442 17.12
445A 18.10 446 19.10
Ekonomi
No. KA Dari Serpong No. KA Dari T. Abang
741 06.00 742 07.00
743 08.00 744 09.00
745 10.00 746 11.00
747 11.45 748 12.30
749 13.15 752 16.05
751 17.20 754 18.15
753 19.20 756 20.15

Senin,Juli 30, 2007 Ditulis oleh johannesharry | KRL Mania | | & Komentar

“Angkot” bernama KRL AC Ciujung

Setiap hari, KRL AC Ciujung terakhir Tanah Abang – Serpong berangkat jam 20.15pm harus menunggu KRL Ekonomi dari Bogor (berangkat jam 18.30), tapi kenyataannya sering terlambat daripada tepatnya.

Berikut Percakapan antara masinini/kondektur dengan penumpang :

Penumpang :  Pak, kenapa belum berangkat..?

Kondektur/Masinis : Harus nunggu KRL Ekonomi dari Bogor.

Penumpang : sampai jam berapa pak..? (sambil jengkel, karena jam sdh menunjukkan pk. 20.30pm)

Kondektur/Masinis : Sampai KRL-nya datang, kasihan mereka tidak bisa pulang ke Serpong. 

“Kalau mereka dikasihani juga tidak bener, mungkin mereka tidak mengharapkan demikian adanya, yang diinginkan KRL datang dan berangkat tepat waktu, sehingga penumpang yang terburu-buru karena ada pertemuan penting dan/atau kangen dengan keluarga mereka dapat segera pulang tapi tidak terlalu malam.”

Penumpang yang kesel segera pergi ngeloyor.

Tidak berapa lama kemudian, diumumkan KRL Ekonomi Bogor jurusan Tanah Abang sudah memasuki Stasiun Cawang.

Akhirnya KRL Ekonomi yang ditunggu-tunggu datang juga, KRL AC Ciujung berangkat kurang lebih pk. 21.00pm

Banyak penumpang yang menggerutu… uuuuuuuuu

Ini KRL AC Ciujung atoe Angkot..?”

Senin,Juli 30, 2007 Ditulis oleh johannesharry | KRL Mania | | No Comments Yet

Tiket Elektronik KRL AC Ciujung dan Peron Stasiun Rawabuntu

rawabuntu-1.jpgstasiun-rawabuntu-2.jpgstasiun-rawabuntu-1.jpgjalur-ganda-st-rawabuntu-2.jpgpenumpang-turun-naik-dari-krl.jpgpenumpang-sulit-turun-naik.jpg

Tiket elektronik KRL AC Ciujung dan Peron Stasiun Rawabuntu

Pengguna jasa Kereta Api yang hendak naik dan turun di peron 2 seringkali mengalami kesulitan terutama para ibu-ibu/kaum perempuan dan anak-anak. Untuk mengatasi tersebut beberapa penduduk setempat membuat tangga dari bambu dan kayu.

Menurut informasi yang beredar akan dibangun bulan depan alias bulan Agustus, itu juga kalau tidak molor.. semoga….

Seiring dengan diberlakukannya tiket elektronik untuk KRL AC Ciujung, banyak penumpang yang tidak mengembalikannya. Ada berbagai macam alasan seperti tidak tahu, tidak mengerti, lupa, dan yang tidak masuk akal dibuat koleksi (penulis mendengar langsung dari penumpang yang naik dari Stasiun Sudimara).

 2-001.jpg3.jpg

Padahal sangat jelas tertulis dibelakang tiket elektronik bahwa “Kartu ini milik PT. Kereta Api (KA) dan harus dikembalikan..”

Untuk memperoleh tiket elektronik langganan (abonemen) dikenakan biaya jaminan Rp. 15.000,00 (lima belas ribu rupiah). Banyak penumpang yang kecewa dengan cara ini, mengapa harus dibebankan kepada penumpang walaupun nanti dikembalikan jika tidak mau berlangganan lagi.

Kalau yang menjadi alasan kartu banyak yang hilang, mbok yach petugas ditambah dan jalan keluar masuk hanya satu pintu. Kita dapat belajar dan melihat sistim tiket elektronik BusWay, dimana untuk KA dirubah  penumpang yang mau masuk menggesekan/menempel  kartunya di pintu masuk dan kalau mau keluar harus memasukkan kartunya di mesin ticketing (kecuali yang berlangganan), saya rasa tidak akan ada tiket elektronik yang hilang lagi.

Ada beberapa usulan dari teman-teman penumpang alias RoKer (Rombongan Kereta) :

1. Setiap pintu masuk/keluar sudah ada mesin tiket elektronik dan manual (sudah terlaksana) dan petugas siap di lokasi.

2. Adakan sosialisasi setiap saat kepada penumpang baik pengumuman langsung atau spanduk untuk memiliki karcis (sudah pernah, perlu diulangi kembali).

3. Lakukan pemeriksaan rutin kepada penumpang, denda langsung kepada penumpang yang tidak memiliki karcis apapun alasannya (temasuk yang suka nebeng alias numpang di kabin masinis).

4. Berikan sangsi yang tegas kepada petugas KA (kondektur/masinis), jika ditemui masih mau menerima uang dari penumpang yang tidak memiliki karcis.

5. Ada Roker dan/atau rekan2x yang mau menambahkan…. silahkan…. thx

**** STOP PRESS *****

Kompas, Jumat 27 Juli 2007, Suara Pembaca :

Pada Sabtu (7/7) sekitar pukul 09.00 saya dan keluarga berkunjung ke tempat saudara di Serpong, Tangerang, dengan menggunakan kereta rel listrik atau KRL Tanah Abang-Serpong. Kami naik dari Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, dengan pertimbangan kalau naik kereta waktu tempuh lebih cepat dan murah.

Setelah kami mendapatkan tiket ternyata ada imbauan dari petugas yang intinya pengguna jasa kereta yang tidak mempunyai tiket akan didenda. Namun, ditengah perjalanan sepertinya imbauan itu tidak digubris.

Sewaktu petugas memeriksa tiket banyak penumpang yang tidak mempunyai tiket tetapi tidak dikenai denda. Saya sempat bingung karena penumpang yang tidak memiliki tiket tidak merasa bersalah atau takut kepada petugas PT. KA yang mengontrol tiket.

Dalam kereta saya melihat pemandangan yang kurang menyenangkan, yaitu petugas tidak tegas dalam menindak penumpang yang tidak memiliki tiket. Hanya dengan memberi “Rp. 1.000,00″ kepada petugas, penumpang yang tidak mempunyai tiket dapat melanjutkan perjalanan. Mereka tidak dikenai denda oleh “oknum” petugas kontrol tiket.

Saya hanya ingin mengimbau petugas PT. KA untuk menindak tegas penumpang yang tidak disiplin dalam menaati peraturan yang diterapkan, dan jangan pernah “tukar harga diri dengan uang Rp. 1.000,00″

Saya berharap pihak yang berwenang menindak tegas petugas yang melakukan tindak kecurangan diatas kereta.

******

Begitulah sesungguhnya yang terjadi sehari-hari di kereta api, semua bisa dihargai dengan uang, tidak ada lagi rasa malu, baik yang memberi maupun menerima. Kalau ada petugas yang galak malah dibenci dan/atau dicemooh.

******

Berikut alamat email ke PT. KAI :info@kereta-api.com

**********

Kamis,Juli 26, 2007 Ditulis oleh johannesharry | KRL Mania | | & Komentar

Tiket Elektronik dan KRL AC Ekonomi

peresmian-tiket-elektronik-oleh-presiden-sby-dan-ibu.jpgTiket Elektronik, diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 04 Juli 2007.

Tiket dibeli berdasarkan tujuan, jika tidak pintu otomatis tiket tidak akan membuka.

Semua alat-alat pendukung tiket elektonik dibuat oleh putra-putri Indonesia.

spanduk-1-pengumuman.jpg tiket-4-krl-ekonomi.jpg

Pada tanggal 07 Juli 2007, peresmian pengoperasian KRL AC Ekonomi jurusan Serpong-T. Abang pp dengan nama KRL AC Ekonomi Ciujung dengan harga tiket normal Rp. 6.000,00 dan Rp. 5.000,00 selama promosi.

Jadwal Kereta sbb:

Dari T. Abang ke Serpong : Pk. 06.35am – 08.35am – 16.55pm – 18.35pm – 20.15pm

Dari Serpong ke T. Abang : Pk. 05.45am – 07.45am – 09.30am – 17.45pm – 19.25pm

Pendaftaran tiket berlangganan dimulai pada hari Rabu 11 Juli 2007 di Stasiun Serpong-Sudimara-Pondokranji-Kebayoran-Palmerah dan Tanahabang.

Untuk berlangganan, setiap pelanggan harus menyertakan fotocopy ktp atau sim. Harga langganan Rp. 170.000,00 dengan rincian Rp. 15.000,00 untuk jaminan tiket dan Rp. 155.000,00 untuk abonemen (44 kali perjalanan).

krl-ac-ekonomi-5000.jpg

Minggu,Juli 8, 2007 Ditulis oleh johannesharry | KRL Mania | | & Komentar