Paus Minta Pesan Gereja Disebar via Internet
[vatikan 21/5/09]
Pemimpin tertinggi Kristen Katolik Paus Benediktus XVI, mematahkan paradigma kalau pemimpin spiritual lekat dengan sifat yang kolot dalam soal teknologi. Sebab, Paus mulai memberikan semangat kepada kaum muda Katolik untuk memanfaatkan dengan benar internet.
Seruan ini sengaja dilakakukan agar para anak muda Katolik berusaha keras menyampaikan pesan Gereja ke seluruh dunia, dengan memanfaatkan internet. Pasalnya menurut Paus, internet tidak bisa terlepas dari kegiatan masyarakat. Selain itu juga, internet mampu menjangkau publik lebih luas dan cepat.
“Internet mempunyai pengaruh yang besar untuk menyebarkan pesan yang diinginkan,” ujar Paus yang dikutip salah satu pengajar di Akademi Nazaret Kathryn Pelino, kepada Chicago Tribune, Kamis (21/5/2009)
Sumber: http://mirifica. net/artDetail. php?aid=5762
LaoTzu : Ajaran – Tao
81 BAB TAO TE CHING
1. Ajaran yang dapat diucapkan bukanlah Ajaran mutlak, Nama yang tersebutkan bukanlah nama yang mutlak. Yang tak bernama berasal dari langit dan bumi, yang bernama adalah ibu segala benda. Maka, tanpa pamrih, seseorang akan memahami yang sukar terpahami, dan dengan harapan, seseorang memahami batasnya. Sumber dari keduanya sama, namun mereka berbeda. Keduanya disebut mendalam, mendalam dan misteri, gerbang menuju kesatuan kecerdikan.( MULA KEKUATAN)
2. Bila sedunia mengenal kecantikan sebagai kecantikan, ada keburukan. Bila baik dikenali sebagai baik, ada kejahatan. Dalam hal ini, keberadaan dan ketiadaan saling menghasilkan. Kesukaran dan kemudahan saling mengisi. Panjang dan pendek saling berlawanan. Tinggi dan rendah saling tarik menarik. Nada dan irama saling mengimbangi. Masa depan dan masa lalu saling mengikuti. Karena itu, orang bijaksana tetap pada posisinya tanpa berusaha. Melatih filsafat mereka tanpa kata kata. Menjadi bagian dari semua benda dan tak mengabaikan apapun. Mereka menghasilkan namun tak memiliki. Bertindak tanpa pamrih. Berhasil tanpa menerima pujian. Sesungguhnya mereka tidak dipuji, karena mereka sudah memilikinya. (ANUT KUTUBAN)
3. Jangan mengagungkan yang teramat pandai, dan rakyat tak akan menentang. Jangan menyimpan benda yang sukar didapat, dan rakyat tak akan menjadi pencuri. Jangan mementingkan nafsu, dan pikiran rakyat tak akan bingung. Karena itu, orang bijaksana memimpin yang lain dengan : membuka pikirannya. Memperkuat pusatnya. Mengurangi nafsunya. Memperkuat sifatnya. Biarkan orang selalu bertindak tanpa strategi atau nafsu. Biarkan orang pintar tak berusaha bertindak. Bertindak tanpa tindakan. Dan tiada yang tak teratur.(TETAP TENANG)
4. Ajaran itu kosong tetapi berguna, bagaimanapun ia tak bakal terisi penuh, begitu dalam! Menyerupai sumber dari semua benda. Ia menumpulkan ketajaman, mengurai kekusutan, menyelaraskan kecerahan, ia mengenali cara dunia semesta. Begitu dalam! Ia menyerupai keberadaan tertentu, ku tak tahu keturunan siapa dia, bayangan ini di depan sumbernya. (SIFAT AJARAN)
5. Langit dan bumi tiada memihak, mereka menganggap segala benda seperti anjing jerami. Orang bijaksana tidak memihak, mereka menganggap semua orang seperti anjing jerami. Diantara langit dan bumi, ruang seperti alat pengembus. Bentuk berubah namun wujudnya tidak.Semakin banyak bergerak, semakin menghasilkan. Terlalu banyak bicara melelahkan diri, lebih baik tetap terpusat. (PEGANG PUSAT)
6. Misteri lembah itu abadi, dikenal sebagai wanita lembut. Gerbang dari wanita lembut, adalah sumber langit dan bumi. Abadi, tanpa akhir, tampaknya ada. Kegunaannya datang, tanpa usaha. (PAHAMI YANG LEMBUT)
7. Langit adalah abadi, bumi adalah kekal. Mereka bisa abadi dan kekal, karena mereka tidak hadir untuk dirinya sendiri, karena itulah mereka bisa abadi. Karena itu, orang bijaksana : menmpatkan dirinya belakangan, tapi merekalah yang pertama. Menempatkan dirinya diluar, tapi mereka tetap tinggal. Bukankah karena mereka tak mementingkan diri, maka kepentingan mereka terpenuhi ? (KEKUATAN TAK PIKIR DIRI)
8. Nilai tertinggi, seperti air. Nilai dalam air menguntungkan semua benda, dan ia tidak menentang. Ia tinggal di tempat yang diremehkan orang, dan karena itu ia dekat dengan Ajaran. Nilai dalam tempat tinggal ialah loka. Nilai dalam pikiran adalah kedalaman. Nilai dalam hubungan yakni kebajikan. Nilai dalam kata yaitu ketulusan. Nilai dalam kepemimpinan adalah keteraturan. Nilai dalam kerja ialah kecakapan. Nilai dalam usaha ialah ketepatan waktu. Karena sesungguhnya mereka tidak menentang, tak ada kebencian. (NILAI TAK BERSAING)
9. Berpegang pada kepenuhan, tidaklah sebaik berhenti pada waktunya. Ketajaman yang menyelidik, tak melindungi dalam waktu lama. Rumah yang penuh harta benda, tak dapat dipertahankan. Kebanggaan akan kekayaan dan kedudukan, adalah mengabaikan keruntuhan seseorang. Mundur ketiga sukses diraih, adalah Ajaran dalam alam. (ATASI KEMUNDURAN)
10. Dalam mengatur naluri dan memeluk keselarasan, bisakah tiada terbagi ? Dalam memusatkan pengaruh, bisakah berhasil seperti bayi yang baru lahir ? Dalam menjernihkan pemahaman, bisakah bebas dari kesalahan ? Dalam mencintai orang dan memimpin organisasi, bisakah tidak bertindak ? Dalam membuka dan menutup jalan menuju alam, bisakah tiada melemah ? Dalam melihat jelas ke segala arah, bisakah tanpa pengetahuan ? Hasilkanlah sesuatu, peliharalah sesuatu. Hasilkan tapi jangan memiliki. Bertindaklah tanpa pamrih. Majulah tanpa menguasai. Inilah kekuatan kelembutan.( HARMONI BATIN)
11. Tigapuluh jejari bertemu di satu pusat, yang tiada disana membuat roda berguna. Tanah liat dibentuk menjadi wadah, yang tiada disana membuat wadah berguna. Pintu dan jendela dipotong untuk membuat ruangan, yang tiada disana membuat ruangan berguna. Karena itu ambillah guna dari yang ada, dengan menggunakan yang tidak ada. (GUNAKAN YANG TIADA)
12. Lima warna akan membutakan mata seseorang, lima nada akan membuat tuli telinga seseorang, lima aroma akan membekukan rasa seseorang. Berlomba dan berburu akan mengganggu pikiran seseorang. Benda-benda yang sukar diperoleh akan menghalangi jalan seseorang. Karena itu, orang bijaksana, memperhatikan pusat dan bukan mata. Mereka membuang yang satu dan menerima yang lain. (KENDALI INDERA)
13. Ada peringatan dalam hal kemurnian dan aib. Penghargaan dan ketakutan dikenali dengan diri. Apa makna : ‘peringatan dalam kemurnian dan aib’ itu? Kemurnian naik, aib turun. Untuk meraih mereka mendatangkan peringatan. Kehilangan mereka menghadirkan peringatan. Itulah artinya. Apa pula makna : ‘penghargaan dan ketakutan dikenali dengan diri’ ? Alasan untuk ketakutan, adalah kehadiran diri kita. Bila kita tanpa diri, apa yang perlu ditakuti ? Karena itu mereka yang menghargai dunia sebagai diri, akan diserahkan kepada dunia. Mereka yang mencintai dunia sebagai diri, akan dipercayai dengan dunia. (PERLUAS PENGENALAN)
14. Dilihat namun tak terlihat, namanya ialah tak berbentuk. Didengar namun tiada terdengar, namanya yakni tanpa suara. Dijangkau tak teraih, namanya yaitu tak tersentuh. Tiga hal itu tak dapat dianalisa, jadi bercampur dan bertindak sebagai kesatuan. Terbitnya tidak terang, tenggelamnya tanpa gelap. Tanpa akhir, yang tak bernama terus berlalu, bercampur dan kembali kepada ketiadaan. Itulah sebabnya ia disebut : bentuk dari yang tak berbentuk. Citra dari ketiadaan. Itulah sebabnya ia dikatakan rumit. Dihadapi, awalnya tiada terlihat. Diikuti, akhirnya pun tiada terlihat. Berpeganglah pada Ajaran kuno, kendalikan realitas kini. Waspadai asal-usul kuno. Inilah yang disebut inti Ajaran. (INTI AJARAN)
15. Mereka yang terampil dalam Ajaran kuno, tanpa disadari akan jujur dan dalam intuisinya. Mereka begitu dalam hingga tak dikenali. Sesungguhnya mereka tak bisa dikenali, kekuatan mereka dapat dimuat. Begitu hati-hati, seperti menyumbat sungai di musim dingin. Begitu ragu-ragu, seperti mengharap semua pihak dalam sebuah komunitas. Begitu tenang, seperti bersikap sebagai tamu. Begitu mengalah, seperti es yang akan mencair. Begitu jujur, seperti bertindak penuh kebersahajaan. Begitu terbuka, seperti sebuah lembah. Begitu melekat, seperti air berlumpur. Siapa dapat menyesuaikan dengan air berlumpur, dan tiba pelan-pelan pada kejernihan ? Siapa dapat bergerak stabil, dan membawa ketahanan pelan-pelan pada hidup ? Mereka yang memelihara Ajaran, tak ingin menjadi penuh. Memang, karena mereka tidak penuh. Mereka dapat digunakan dan juga diperbarui. (KEKUATAN TIADA KELIHATAN)
16. Mencapai keterbukaan tertinggi, mempertahankan harmoni terdalam, menjadi bagian dari semua zat, dengan cara itu kita rasakan siklus. Memang teramat banyak benda, tetapi tiap siklus menyatu dengan sumbernya. Bersatu dengan sumber dinamai menyelaraskan, inilah siklus ada. Siklus ada disebut yang mutlak, mengenal yang mutlak disebut pemahaman (ngeh). Tidak ngeh yang mutlak, adalah bagian kesialan ceroboh. Mengenal yang mutlak adalah menjadi toleran, yang toleran menjadi tidak memihak, yang tak memihak menjadi kuat, yang kuat menjadi alami, yang alami menjadi Ajaran. Yang memiliki Ajaran menjadi abadi, dan bebas dari bahaya seumur hidup. (MENGENAL YANG MUTLAK)
17. Pemimpin terbaik adalah yang kehadirannya diketahui (rasa). Yang terbaik kedua ialah yang dicintai dan dihormati. Berikutnya yang disegani. Yang terakhir ialah yang dicemooh. Mereka yang kekurangan keyakinan, tak kan dipercaya. Tapi bila perintah datang dari jauh, dan pekerjaan dilaksanakan, tujuan tercapai, orang mengatakan : ‘kita melakukannya dengan wajar’ (apa adanya). (PENGARUH TAK KENTARA)
18. Tatkala Ajaran agung dilupakan, kedermawanan dan moral tampak, strategi cemerlang terhasil, dan kemunafikan besarlah yang timbul semarak. Ketika keluarga tak punya harmoni, kesalehan dan kesetiaan dipuja, negara dibingungkan oleh kekacauan, dan patriot sejati didambakan hadir. (HILANG NALURI)
19. Buanglah yang (sok) suci, abaikan strategi, rakyat akan beruntung seratus kali. Buanglah kedermawanan (monafik), abaikan (sok) moral, rakyat akan kembali pada cinta alami. Buanglah kepintaran (yang minteri), abaikan keserakahan, pencuri pun tak akan ada lagi. Tetapi bila tiga hal itu tak cukup, berpeganglah pada prinsip ini : rasakan kemurnian, peluklah kebersahajaan, kurangi kepentingan diri, batasi keinginan. (KEMBALI BERSAHAJA)
20. Buanglah yang ilmiah, jangan cemas. Berapa banyak beda antara persetujuan dan perbudakan ? Berapa banyak beda antara baik dan buruk ? Bahwa orang harus memuja dan dipuja orang lain – betapa mustahil dan tak terpusat! Pikiran (kemanusiaan) kolektif teramat luas dan berbuah, seperti menerima pengorbanan besar, seperti memanjat menara amatan hidup. Aku sendiri tetap tak terlibat, seperti bocah yang belum tersenyum, tak terikat, tanpa loka bergaul. Pikiran kolektif meliputi semua, aku sendiri tampaknya diabaikan, aku tidak dikenal oleh inti dan tidak jelas, tidak jelas! Orang biasa cemerlang dan nyata, aku sendiri gelap dan samar. Orang biasa tepat dan tajam, aku sendiri lemah dan bodoh. Tak peduli seperti laut, tan henti seperti angin bertiup, pikiran kolektif selalu hadir. Dan aku sendiri tidak teratur dan terpencil, aku sendiri berbeda daripada yang lain, dalam menghargai makanan dari ibu. (KEMBANGKAN KEMANDIRIAN)
21. Ungkapan alami tentang kekuatan, hanya dicapai melalui Ajaran. Ajaran bekerja melalui hukum alam, tidak berbentuk, tidak teraba. Tak teraba, tak berbentuk! Di pusat muncul bayangan. Tak berbentuk, tak teraba! Di pusatnya timbul hukum alam. Samar, misterius! Di pusatnya muncul kekuatan hidup. Kekuatan hidup amatlah nyata, di pusatnya menyembul kebenaran. Dari zaman purba hingga kini, namanya tetap sama, melalui pengalaman asal mula kolektif. Bagaimana aku mengetahui jalan asal-mula-kolektif ? Melalui ini. (ASAL MULA KOLEKTIF)
22. Yang bengkok menjadi utuh, yang berliuk liku menjadi lurus, yang dalam menjadi penuh, yang lelah menjadi segar, yang kecil menjadi mudah digapai, yang berlebihan menjadi bingung. Maka orang bijaksana berpegang pada yang satu, dan menganggap dunia sebagai pola mereka. Mereka tidak memamerkan diri karena itu mereka diterangi. Mereka tak menyatakan diri maka mereka berbeda. Mereka tak menuntut oleh sebab itu mereka tepercaya. Mereka tak membual, maka mereka maju. Karena sesungguhnya mereka tidak bersaing, dunia tak bisa bersaing dengan mereka. Pepatah kuno : ‘yang bergelombang menjadi utuh’. Adakah itu kata-kata kosong ? Untuk menjadi utuh, berbaliklah ke dalam! (IKUTI POLA)
23. Alam jarang bicara, angin puting beliung tak berlangsung sepanjang pagi, dan hujan badai mendadak bukan sepanjang hari-hari. Apa sebabnya ? Langit dan bumi. Bila langit dan bumi tak sanggup membuatnya berlangsung lama, apalagi manusia ? Maka mereka yang memelihara Ajaran, menyamakan dengan Ajaran. Mereka yang menjaga kekuatan, menyamakan dengan kekuatan. Yang memelihara kegagalan, menyamakan dengan kegagalan. Mereka yang menyamakan dengan Ajaran akan disambut Ajaran, yang menyamakan dengan kekuatan akan disambut kekuatan, yang menyamakan dengan kegagalan akan disambut kegagalan. Mereka yang kurang percaya, tak akan dipercayai! (SIKAP KUAT TETAP)
24. Mereka yang berjingkat tak dapat bertegak teguh, yang mengangkang tak dapat berjalan, yang memamerkan diri tak dapat menerangi, yang membatasi diri tak dapat dibedakan, yang membuat gugatan tak dapat beroleh kepercayaan, yang sombong tak bisa maju. Bagi mereka yang mengikuti Ajaran, hal ini seperti makanan dan tindakan berlebihan, dan melawan hukum alam, maka yang memiliki Ajaran pergi menjauh. (BAHAYA KELEBIHAN)
25. Ada sesuatu yang melebur menjadi satu, sebelum langit dan bumi lahir. Diam, sangat luas, bebas, dan tak berubah. Bekerja di aneka tempat, tan kenal lelah, dia dapat dianggap ibu dunia. Aku tak tahu namanya, kata yang kuucap ialah Ajaran. Terpaksa memberi namanya, kukatakan yang agung. Keagungan berarti kesinambungan, kesinambungan bermakna pergi jauh, pergi jauh berarti kembali. Karena itu Ajaran adalah yang agung. Langit dan bumi adalah agung. Seorang pemimpin juga agung. Di jagad raya ada empat keagungan, dan kepemimpinan adalah salah-satunya. Manusia dibentuk di bumi, bumi dibentuk di langit, langit dibentuk dalam Ajaran, Ajaran dibentuk di alam. (AJARAN AGUNG)
26. Daya tarik adalah dasar kecerobohan, diam adalah induk hasutan. Maka orang bijak dapat berjalan sepanjang hari, tanpa meninggalkan muatan mereka di belakang. Betapapun menawan pemandangan, mereka tetap tenang dan tidak terusik. Bagaimana pemimpin dengan sepuluh ribu kereta perang, memiliki kedudukan yang lemah di dunia ? Jika mereka lemah, mereka kehilangan dasar. Jika mereka terhasut, mereka kehilangan kekuasaan. (PIKATAN KEKUASAAN)
27. Jalan yang baik tak berbekas, ceramah yang baik tiada salahnya, analisa yang baik tak memakai siasat. Kunci yang baik tak berpalang-baut tapi tak dapat dibuka. Simpul yang baik tak menahan tapi tak pula dapat dibuka. Orang bijaksana selalu dapat menolong orang lain, maka tak seorangpun disia-siakan. Mereka selalu pandai menyimpan benda-benda, maka tak ada satupun tersia-sia. Inilah menggandakan cahaya. Karena itu orang baik disebut guru dari orang yang rendah, dan orang rendah adalah sumber bagi orang baik. Orang yang tidak menghargai guru, atau tak menyukai sumber, meskipun pintar akan tertipu. Inilah kelembutan yang berarti. (TUKAR PENGETAHUAN TERLATIH)
BERSAMBUNG
Sumber : Saduran AJH/RLWing – Milis