Tahta Suci Vatikan Melarang Pernikahan Sesama Jenis
Hubungan sejenis: Immoral.
Penguasa gereja Katolik tertinggi di Roma, Tahta Suci Vatikan,
mengimbau para politisi di seluruh dunia untuk melarang pernikahan
sesama jenis. Tahta Suci menyebut perkawinan sesama jenis
sebagai “tidak bermoral.” Sejak tahun 2001 Negeri Belanda telah
memberi kesempatan kepada pasangan sesama jenis untuk menikah. Para
politisi Belanda tampaknya tidak akan terpengaruh imbauan Roma
tersebut.
Tidak Bermoral
“Perkawinan antara seorang pria dan seorang perempuan adalah suci,
sedangkan berbagai bentuk hubungan seksual sesama jenis itu tidaklah
bermoral’. Demikian Gereja Katolik Roma kembali menegaskan
penolakannya terhadap pernikahan sesama jenis yang dituangkan
dalam “pertimbangan- pertimbangan dalam hubungan sesama jenis”.
Menurut gereja Katolik, perkawinan sesama jenis tidaklah bermanfaat
bagi masyarakat, karena tidak bisa menghasilkan keturunan. Padahal
keturunan yang dihasilkan oleh perkawinan adalah ‘rahmat kehidupan’..
Demikian ditandaskan Vatikan. Di samping pernikahan sesama jenis,
Vatikan juga melarang pengangkatan anak atau adopsi bagi para
pasangan sesama jenis, karena menurut Roma hal itu bisa ‘merugikan
anak-anak’. Alasannya karena anak-anak yang diadopsi oleh pasangan
sesama jenis tidak bisa tumbuh dalam lingkungan yang mendukung
perkembangan anak sepenuhnya.
IMbauan Kepada Politisi
Pesan Vatikan ini sebenarnya sudahlah basi. Namun yang baru adalah
imbauan yang ditujukan secara terang-terangan kepada politisi untuk
menentang pernikahan sesama jenis. Dalam pemungutan suara mengenai
undang-undang yang memberikan kesempatan bagi pernikahan sesama
jenis, seorang politikus Katolik pernah mengatakan ’sebagai kewajiban
moral untuk terang-terangan menentang undang-undang semacam itu serta
menolaknya’. Apabila sebuah negara memiliki undang-undang seperti
itu, contohnya saja Belanda, maka para politisi harus bertindak
sekuat tenaga untuk membatalkan seluruh undang-undang tersebut.
Pokoknya, politisi harus menunjukkan bahwa mereka terang-terangan
menentang pernikahan sesama jenis.
Politisi Katolik Belanda Tidak Menanggapi
Para politisi katolik Belanda tidak akan menanggapi imbauan Vatikan..
Partai Kristen Demokrat CDA menyatakan bahwa Belanda mengenal
pemisahan gereja dan negara. Oleh karena itu, Tahta Suci tidak
seharusnya ikut campur dalam urusan politik. Politisi memiliki
tanggungjawabnya sendiri dan itu bisa digunakan dalam pemungutan
suara. Jurubicara CDA yang juga anggota gereja protestan Kathleen
Ferrier mengatakan, “Ya, itu adalah tanggungjawab pribadi para
politisi yang beragama Katolik. Mereka yang harus mempertimbangkan
sendiri ketentuan Vatikan ini, dalam pertimbangan mereka.”
Tutup Saja Kedutaan Besar Vatikan
Partai Hijau Groen Links, menghendaki agar duta besar Tahta Suci
Vatikan di Belanda ditutup saja. Menurut partai tersebut, imbauan
Vatikan terhadap para politisi yang beragama Katolik ‘tidak bisa
diterima’. Vatikan boleh saja menyampaikan pendapatnya, tapi tidak
boleh berupaya menekan para politisi yang telah dipilih secara
demokratis. Namun bagi Partai Kristen Demokrat CDA, keinginan Kiri
Hijau ini terlalu berlebihan. “Vatikan berhak menyuarakan
kehendaknya, seperti halnya para politisi yang juga berhak
mengesampingkan saja imbauan Tahta Suci tersebut,” tambah jubir CDA..
Juklak Perkawinan Homo
Imbauan Vatikan itu tidak diterima oleh organisasi-organisa si pembela
hak kaum homoseksual. Organisasi kaum homo Belanda COC dan Gaykrant,
yaitu surat kabar khusus untuk kaum homo, justru memutuskan untuk
menerbitkan semacam juklak internasional untuk bisa menggolkan undang-
undang perkawinan sesama jenis. Juklak atau pedoman setebal 60
halaman itu menjelaskan bagaimana pernikahan sesama jensi diatur.
Redaktur Gaykrant Henk Krol mengatakan, “Kami dari Gaykrant ingin
mempublikasikan sebuah pedoman tentang bagaimana membuka pernikahan
sesama jenis secara legal. Perjuangan di Belanda sendiri membutuhkan
waktu 16 tahun. Dan kami telah banyak belajar, bagaimana untuk bisa
mengubah sikap masyarakat, dan bagaimana berbicara dengan wakil-wakil
di parlemen. Kami ingin membagi pengalaman dengan gerakan gay di
seluruh dunia untuk bisa melakukan ini semua.”
Sodom Gomora Modern
Dipertanyakan apakah Vatikan secara khusus membidik Belanda. Sejak
1998, Belanda telah membuka peluang bagi sesama jenis untuk
mencatatkan hubungan mereka secara resmi sedangkan sejak April 2001,
pernikahan sesama jenis telah diakui. Tampaknya imbauan itu terutama
ditujukan untuk memperingatkan negara-negara yang sedang
mempersiapkan undang-undang serupa. Selandia Baru, Swiss, dan
Britania misalnya sedang menggodok undang-undang seperti itu.
Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat dan Kanada juga berkehendak
mengesahkan perkawinan sesama jenis. Henk Krol berpendapat bahwa
imabaun paus itu terutama ditujukan pada negara-negara di Eropa dan
Amerika Selatan. “Saya tidak merasa terancam di Belanda. Kami
memiliki hukum yang sangat baik dan pernikahan sipil yang terbuka,
bukan hanya untuk pasangan lawan jenis tetapi juga untuk pasangan gay
mau pun lesbian. Tidak ada yang kami takutkan. Tetapi saya khawatir
upaya gerakan gay di berbagai negara, di mana pengaruh gereja
Katolik masih sangat kuat, akan dibungkam selama beberapa tahun,”
tambah Krol.
Sumber : Milis Rohani
bagus buat tambahan wawasan
Sodom and Gomora memang sudah terjadi dimuka bumi saat ini! Yah tunggu saja hasilnya bagaimana tindakan sang Pencipta terhadap bumi ini. Agama mana sih yang mengizinkan untuk kawin sejenis?. Apakah agama Islam menyetujui?? Nampaknya agama ini paling keras mengecam dan menetangnya.