Harga Susu mau naik rata2x “Rp. 500,00″
JAKARTA — Naiknya harga bahan baku pembuatan susu, membuat produsen susu harus menaikkan harga jual produk mereka 5-10 persen. Kenaikan harga itu dinilai belum signifikan.
”Saya rasa tiap tahun juga terjadi kenaikan sekitar lima persen. Itu masih kenaikan normal kalau dilihat dari tren harga,” kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden di Jakarta, Selasa (3/7).
Di tingkat ritel, ujar Mari, harga susu hanya naik 2-3 persen, kecuali di Denpasar, Bali, yang mencapai 10 persen. ”Kalau dirata-ratakan, kenaikannya cuma Rp 500,” katanya.
Bahan baku susu yang berbentuk full cream, naik dari 2.800 dolar AS per ton menjadi 4.500 dolar AS per ton sejak Januari sampai Juli. Ini disebabkan musim kemarau di Australia dan Selandia Baru. ”Tapi, bahan baku itu adalah bagian dari yang digunakan untuk pengolahan susu. Kalau naik sebesar itu, tidak berarti harga ritel juga naik karena ada penggunaan dari dalam negeri.”
Produsen di dalam negeri, katanya, sudah diminta melakukan efisiensi untuk mengimbangi kenaikan bahan baku tersebut. ”Produsen memperkirakan kenaikan 5-10 persen itu akan bertahap sepanjang tahun ini.”
Ke depan, untuk mendapatkan harga yang lebih murah, produsen susu diminta mencari bahan baku susu selain ke Australia dan Selandia Baru. ”Jadi, berita mengenai kenaikan harga itu tak sepenuhnya benar.”
Pemerintah juga akan mendorong peternak sapi perah dan pengolah susu menaikkan kapasitas produksi dalam negeri. ”Ini untuk mengantisipasi stok bahan baku susu di saat harga impor fluktuasi.”
Ketersediaan susu nasional, kata Ketua Umum Asosiasi Industri Pengolah Susu (AIPS), Abdullah Sabana, dijamin aman hingga tahun depan. Kenaikan susu di dalam negeri juga dipastikan tak sampai 10 persen. ”Stok susu dijamin aman hingga tahun depan,” kata Abdullah usai rapat bersama produsen susu dengan pemerintah.
Menurut dia, dalam enam bulan terakhir, harga susu eceran hanya naik 2-7 persen. Kenaikan bahan baku susu impor, ungkapnya, tak berdampak linier dengan kenaikan produk susu olahan. Porsi bahan baku impor terhadap produk susu cair hanya 11 persen.
Sedangkan produk susu kental manis enam persen dan tepung susu 60-80 persen. Apalagi, biaya tak hanya dihitung berdasarkan bahan baku susu impor saja, tapi juga packaging, factory overhead, dan upah karyawan. ”Secara persentase, dampaknya kecil terhadap harga distributor dan eceran.”
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag, Ardiansyah Parman, menegaskan, produsen susu olahan tak punya alasan untuk menaikkan harga melebihi 10 persen. ”Kalau naiknya terlalu tinggi, tak akan dibeli masyarakat. Industri juga rugi,” katanya.
Di sejumlah daerah, kenaikan harga susu bervariasi antara 10-20 persen. Aksi borong pun terlihat di beberapa daerah. ”Saya mau beli empat kaleng, tapi tidak boleh. Saya hanya diberi dua kaleng,” kata Titik, warga Kota Batu, Malang, Jatim.
Naiknya harga susu di pasaran, membuat Dewi (35 tahun), warga Kampung Cijangkar, Kota Sukabumi, Jabar, mengganti susu dengan gula merah untuk konsumsi bayinya. Upaya itu dilakukan karena dengan kondisi ekonomi saat ini, dia tak mampu membeli susu formula.
(djo/dia/oed/yli/aji/wab/rig/rfa/lis/uki )
“iman” dan “tubuh” butuh di “operasi”
“iman” dan “Tubuh” butuh di “operasi”
Gadis kecil mungil, berdoa sbk:
Tuhan,
Bantulah dan berkati aku untuk menatap mentari esok
Aku mau Engkau melindungiku dalam operasi ini agar aku besok masih bisa melihat terangnya dunia ini.
Bantulah juga dokter yang mengoperasiku.
“Semuanya terjadi menurut kehendakMu.”
Dokter, berdoa sbk:
Tuhan,
Engkau selalu melindungi setiap jari jemariku
Engkau membantu setiap kesulitanku
Engkau boleh tidak membantu aku dalam operasi yg lain
Tapi Tuhan,
Aku mohon bantulah aku dalam operasi gadis kecil ini.
“Semuanya terjadi menurut kehendakMu.”
Operasi dilakukan,
Dokter dan gadis kecil saling menatap dan pasrah kepadaNya.
Ada 2 kemungkinan, “berhasil” atau “gagal”
Jika berhasil, Tuhan menyertai kita
Jika gagal, Tuhan juga menyertai kita
Tuhan tahu yang terbaik buat kita.
Semua indah pada akhirnya.
Tiada yang mustahil bagiNya.
Setiap peristiwa, baik dan/atau buruk, kita jangan senang/sedih.
Setiap peristiwa, pasti ada maksud dan tujuannya.
Kita pasrahkan saja padaNya.
Inilah yg dinamakan “Operasi Iman”,