Fenomena Telor dapat berdiri di “pehcun”
Telor dapat berdiri setiap hari Pehcun, yakni tanggal 5 bulan 5 imlek.
Untuk tahun 2007 jatuh 19 Juni 2007, dan untuk tahun 2008 pada Minggu 8 Juni 2008. Pehcun juga merupakan hari libur resmi di China dan Taiwan.
Tahun 2007 ini, staf Prof Yohanes Surya di kantornya di Karawaci juga mencoba fenomena ini, berhasil 3 telor berdiri. Menurut dia tahun lalu, ketika saya tanya beliau, diperkirakan matahari – bulan – bumi dan ada 1 atau 2 planet yang segaris orbit, jadi gravitasinya seimbang sehingga telor, terutama kuning telor di dalamnya bisa diam dan telor bisa berdiri. Kalau argumentasi Pak Yo ini benar, berarti dalam 1 tahun ada 2 kali kemungkinan bumi – matahari – bulan seorbit, yakni 6 bulan setelah kejadian ini, atau tanggal 5 bulan 11 imlek yakni 14 Desember 2007. Saya akan coba nanti.
Kejadian kemarin juga saya kirimkan fotonya ke Prof. Iratius Radiman, Kajur Astronomi ITB Bandung.
Anehnya, kejadian ini sudah dimonitor orang-orang China sejak 2500 tahun yang lalu, dan mereka percaya sebagai hari dewa bumi. Di tahun-tahun lalu kejadian ini selalu ada, yang bisa ketahui dari berita-berita koran Taiwan karena di sana ada lomba mendirikan telor.
Saya meletakkan telor di ubin di teras depan kantor. Tidak ada baca’an apa-apa, just konsentrasi, sedikit tahan napas, lalu sepertinya ada magnet dari bumi yang menariknya. Kebetulan kantor kami adalah percetakan dan ada mesin-mesin yang sedang jalan, juga 50 meter di depan kantor adalah jalan raya Letjen Haryono MT Jakarta dan jalan tol. Getaran ada, tapi telor tetap berdiri.
* Sumber : Suryadi Hertanto (suryadi@cbn.net.id)
Belum ada komentar.